MAN 1 Ponorogo Gelar Wisata Edukasi melalui Karya dan Pagelaran Seni Siswa Kelas XII
![]() |
| Sambutan kepala MAN 1 PONOROGO |
Ponorogo, JelajahWarta — Suasana penuh warna dan kreativitas tampak di lingkungan MAN 1 Ponorogo saat digelarnya kegiatan Wisata Edukasi berupa Gelar Karya Keterampilan, Pagelaran Seni Tari, dan Pameran Seni Rupa siswa kelas XII pada Senin, 20 April 2026. Dengan tema "Kreasi Tanpa Batas dalam Harmoni Karya”, acara ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kemampuan mereka secara nyata. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 20 lembaga pendidikan, baik dari tingkat SMP maupun MTs, yang turut hadir untuk mengikuti serta menyaksikan langsung hasil karya para siswa.
![]() |
Berbagai bidang keterampilan ditampilkan dalam kegiatan ini, di antaranya RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), Animasi, Multimedia, Desain Grafika, Tata Boga, dan Tata Busana. Seluruh karya yang dipamerkan merupakan hasil proses pembelajaran siswa kelas XII yang dikemas secara kreatif dan menarik.
Selain pameran, pagelaran seni tari juga menjadi daya tarik tersendiri. Para siswa menampilkan berbagai tarian, baik tradisional maupun kreasi modern, yang memukau para pengunjung.
Kegiatan wisata edukasi ini juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta dari lembaga lain untuk mengenal lebih dekat lingkungan belajar serta budaya akademik di MAN 1 Ponorogo.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Dr. Nuurun Nahdiyyah KY, S.Pd., M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan siswa kelas XII yang telah bekerja keras menyiapkan acara.
“Kegiatan ini bisa terlaksana dengan luar biasa, bahkan melebihi ekspektasi. Ini adalah bukti kerja keras dan kolaborasi yang baik dari seluruh panitia dan anak-anak kelas XII,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa gelar karya ini merupakan bagian dari inovasi pembelajaran yang tidak hanya menilai kemampuan akademik siswa, tetapi juga mengukur keterampilan dan kreativitas mereka.
Menurutnya, MAN 1 Ponorogo memiliki komitmen untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh, baik dari aspek religiusitas, karakter, kognisi, maupun psikomotorik.
“Kami tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada kemampuan vokasi. Ini penting agar siswa siap menghadapi tantangan zaman, terutama di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan digitalisasi yang semakin pesat. Menurutnya, siswa harus mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.
“Digitalisasi bisa menjadi ancaman jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Namun sebaliknya, jika dikelola dengan benar, akan menjadi peluang untuk menghasilkan karya-karya luar biasa yang bermanfaat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Beliau juga menyampaikan bahwa MAN 1 Ponorogo akan secara resmi meluncurkan kerja sama dengan 20 lembaga pendidikan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan resmi MoU sebagai bentuk kemitraan Sister School.
Kepala madrasah menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun sinergi antar lembaga pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Sebanyak 20 lembaga ini ke depan akan bersama-sama menjemput perubahan, menggapai mimpi, dan menempuh langkah nyata dalam menyiapkan generasi emas menuju Indonesia 2045,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Kepala Madrasah berharap para siswa dapat terus berkembang dan suatu saat kembali ke madrasah sebagai pribadi yang sukses dan membawa manfaat.
“Saya berharap 10 hingga 15 tahun ke depan, kalian kembali ke madrasah ini sebagai anak-anak yang sukses, dengan karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MAN 1 Ponorogo tidak hanya menampilkan hasil karya siswa, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. Melalui sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan serta penguatan keterampilan siswa, madrasah optimistis mampu berkontribusi dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.


