MTsN 2 Ponorogo Gelar MATAMUDA 2026, Siapkan Generasi Berprestasi dan Beradab
Ponorogo, JelajahWarta – MTsN 2 Ponorogo menggelar Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 13–17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi 352 calon murid baru kelas VII untuk mengenal lingkungan madrasah, budaya belajar, program unggulan, serta pembiasaan keislaman yang menjadi ciri khas pendidikan di madrasah.
MATAMUDA merupakan singkatan dari Masa Ta'aruf Murid Madrasah. Mulai Tahun Pelajaran 2026/2027, Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi memperkenalkan istilah ini sebagai pengganti nama sebelumnya, yaitu MATSAMA (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah).
Kepala MTsN 2 Ponorogo Wilson Arifudin Ashari, S.Pd., menjelaskan bahwa MATAMUDA bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan madrasah, melainkan menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan para murid baru dengan berbagai program unggulan yang dimiliki madrasah.
Para murid baru perlu memahami sejak awal berbagai pilihan layanan pendidikan unggulan yang tersedia di MTsN 2 Ponorogo. Beragam program tersebut dirancang untuk mengakomodasi potensi, minat, dan bakat setiap peserta didik agar dapat berkembang secara optimal. Adapun program yang dapat dipilih meliputi Kelas ICP (International Class Program), Kelas Bina Prestasi untuk bidang akademik maupun non-akademik, Kelas Bilingual (Bahasa), serta Program Akselerasi yang memungkinkan peserta didik menyelesaikan pendidikan dalam waktu dua tahun.
![]() |
"MATAMUDA ini menjadi integrasi terkait dengan program madrasah dan seluruh calon murid MTsN 2 Ponorogo, artinya mereka benar-benar paham terhadap apa yang telah mereka pilih ketika tes awal, sehingga mereka siap dan mampu mempersiapkan diri untuk belajar dan berprestasi di MTsN 2 Ponorogo," Ujarnya.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki MTsN 2 Ponorogo sebagai wadah pengembangan minat dan bakat. Beragam pilihan kegiatan di bidang keagamaan, olahraga, seni, hingga sains, diperkenalkan agar para murid dapat menyalurkan potensi yang dimiliki sekaligus mengembangkan prestasi di luar bidang akademik.
Selain pengenalan program akademik, dan Ekstrakurikuler MATAMUDA juga diisi dengan berbagai pembiasaan yang menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
"Para murid juga diperkenalkan dengan pembiasaan-pembiasaan yang lebih dekat dengan nilai-nilai agama Islam, termasuk budaya salam, cara bergaul, cara berkomunikasi, hingga pembiasaan doa-doa harian. Doa-doa yang mungkin belum menjadi kebiasaan saat di SD atau MI mulai diperdengarkan sejak awal sebagai bagian dari pembiasaan, termasuk pelaksanaan salat berjamaah," tambahnya.
MTsN 2 Ponorogo juga mengenalkan konsep Madrasah Ramah Anak dan turut memperkenalkan program Ekoteologi. Program ini menjadi simbol bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab menjaga dan melestarikan lingkungan hidup sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala madrasah memasang target terhadap capaian prestasi para calon murid baru tersebut. Ia berharap setidaknya separuh dari jumlah murid dalam satu angkatan mampu menorehkan prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.
"Saya menargetkan setidaknya separuh dari total 352 siswa dapat memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sebab, salah satu indikator sekolah yang maju adalah kemampuannya dalam melahirkan prestasi. Prestasi tersebut tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik yang mampu sejajar, setara, bahkan lebih baik dibandingkan sekolah-sekolah lainnya. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa MTsN 2 Ponorogo dapat dikatakan sebagai madrasah yang maju. Dan harapannya mereka akan menjadi siswa-siswi yang baik, berprestasi, serta mampu mengakomodasi antara ilmu dan adab, " Tutupnya.
Dengan semangat MATAMUDA 2026, MTsN 2 Ponorogo terus meneguhkan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya mengutamakan keunggulan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, membangun karakter yang kuat, memperkokoh adab, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berkualitas, penguatan budaya madrasah, pembinaan karakter secara berkelanjutan, serta pengembangan potensi peserta didik di bidang akademik maupun non-akademik.(wtp)


