Grebeg Suro 2026 Resmi Di Buka, Perkuat Identitas sebagai Kota Budaya
Ponorogo, JelajahWarta — Gemerlap lampu panggung berpadu dengan semangat ribuan masyarakat yang memadati Alun-Alun Ponorogo pada Sabtu malam (6/6/2026), menandai pembukaan resmi Grebeg Suro 2026.
Berbagai pertunjukan seni budaya mewarnai pembukaan Grebeg Suro 2026 yang berlangsung meriah. Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya pengunjung yang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan perhelatan budaya tahunan tersebut.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Ponorogo, Lysdiarita, S.H., menyampaikan bahwa Grebeg Suro bukan sekadar perayaan budaya, melainkan jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritualitas dengan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Peringatan yang diselenggarakan setiap memasuki bulan Muharam ini menjadi momentum penting untuk kita melakukan introspeksi diri, mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan, sekaligus menumbuhkan harapan baru menuju masa depan yang lebih baik, "
Berbagai agenda telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan tersebut, mulai dari Festival Nasional Reog Ponorogo, Festival Reog Remaja, Grebeg Bonsai, pameran pusaka, adventure trail, kirab pusaka, hingga Larungan di Telaga Ngebel.
"Tahun ini kami menghadirkan 29 rangkaian kegiatan yang luar biasa sebagai bagian dari Grebeg Suro 2026," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Ponorogo telah memperoleh pengakuan sebagai Kota Kreatif, sementara Reog Ponorogo telah diakui dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO dan juga masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara.
"Ini adalah amanah besar yang diemban oleh kita semua. Melalui peringatan Grebeg Suro ini, kita kembali menegaskan tekad untuk terus menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya luhur kita kepada dunia. Sekaligus, kita jadikan hal ini sebagai kekuatan untuk memajukan pariwisata serta perekonomian daerah kita," katanya.
Dengan dibukanya Grebeg Suro 2026, rangkaian kegiatan budaya yang akan berlangsung selama bulan Suro resmi dimulai. Perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo, tetapi juga semakin memperkuat posisi Bumi Reog sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia yang dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
