MAN 2 Ponorogo Gelar Haflatul Wada’, 418 Siswa Lulus dengan Capaian Membanggakan
![]() |
| Sejumlah siswa-siswi berprestasi MAN 2 Ponorogo menerima penghargaan dalam rangkaian Haflatul Wada’ 2026. |
Ponorogo, Jelajahwarta — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo menggelar kegiatan Haflatul Wada’ sebagai momen perpisahan bagi siswa-siswi kelas XII yang telah menuntaskan masa pendidikannya. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (3/5/2026) ini digelar dengan penuh khidmat dan suasana haru, serta dihadiri oleh jajaran guru, wali murid, dan tamu undangan.
Sebanyak 418 siswa kelas XII secara resmi dilepas dalam kegiatan tersebut. Haflatul Wada’ menjadi simbol penyerahan kembali tanggung jawab pendidikan dari pihak madrasah kepada orang tua, setelah para siswa menempuh proses belajar selama kurang lebih tiga tahun.
![]() |
| Sambutan Kepala MAN 2 Ponorogo Agung Drajatmono, M.Pd. |
Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 siswa berhasil diterima di Universitas Islam Negeri (UIN) melalui berbagai jalur seleksi. Selain itu, 44 siswa diterima melalui jalur SMPBP. Sebanyak 10 siswa juga lolos dan diterima di Poltekkes, serta 12 siswa lainnya diterima di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta unggulan.
Lebih istimewa lagi, 3 siswa berhasil meraih “golden ticket”, yakni jalur istimewa yang memungkinkan mereka diterima langsung di perguruan tinggi tujuan berdasarkan prestasi. Tak hanya itu, 2 siswa juga berhasil menembus perguruan tinggi luar negeri di Taiwan dengan memperoleh beasiswa.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Ponorogo Agung Drajatmono, M.Pd., menyampaikan terimakasih kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada madrasah selama kurang lebih tiga tahun.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu orang tua/wali murid yang telah mempercayakan putra-putrinya kepada kami. Kami berharap seluruh siswa-siswi dapat meraih cita-cita yang diimpikan dan menjadi generasi yang membanggakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses pendidikan berlangsung.
“Kami menyadari selama tiga tahun proses pendidikan tentu masih terdapat kekurangan dan kekhilafan. Untuk itu, kami mewakili seluruh guru dan tenaga kependidikan memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tambahnya.
Pada momen tersebut, Kepala madrasah juga menegaskan bahwa pihak sekolah secara simbolis mengembalikan para siswa kepada orang tua dengan penuh harapan.
“Tiga tahun yang lalu, Bapak/Ibu telah menitipkan putra-putrinya kepada kami. Hari ini, kami mengembalikan putra-putri tersebut dengan harapan mereka menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, serta memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Ponorogo, Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa kelulusan ini bukan sekadar seremoni, melainkan hasil dari proses panjang yang telah dilalui para siswa.
“Ini adalah momen panen dari apa yang telah ditanam bersama selama tiga tahun. Alhamdulillah, 418 siswa telah menyelesaikan pendidikan dengan hasil yang membanggakan. Berbagai capaian telah diraih, mulai dari hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz, diterima di perguruan tinggi, bahkan ada yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” ujarnya.
Plt. Kepala kantor Kemenag mengingatkan para siswa agar mempersiapkan diri menghadapi masa depan, baik dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja, dengan bekal ilmu, dan akhlak yang kuat.
Beliau juga menyampaikan bahwa keunggulan madrasah dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya terletak pada keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.
"Kita patut bersyukur menjadi bagian dari madrasah ini. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan, para siswa juga dibekali dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Inilah keunggulan madrasah—mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam keimanan dan mulia dalam akhlak," tutupnya.
Momen Haflatul Wada' ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru bagi para siswa. Dengan doa dan harapan dari guru serta wali murid, para lulusan diharapkan mampu menggapai masa depan gemilang dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah ditanamkan di madrasah.

